Thursday, 20 October 2011

Mencari atau Menjadi?

Goyah dan rapuh. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaanku saat ini. Bagaikan pohon tanpa akar, atau rumah tanpa pondasi. Ya, kehilangan pijakan, cengkeraman yang membuatku berdiri tegak. Aaah... belum kehilangan sih, sebenarnya. Hanya saja akan kehilangan. Tetapi rasa-rasanya seperti sudah kehilangan saja. Entah nanti jika sudah hlang betulan.

Padahal belum terlalu lama aku menyandarkan kakiku pada pijakan itu. Belum terlalu lama aku belajar berdiri. Dan kini, sebelum kaki-kakiku mampu menyangga sendiri, pijakan itu sudah akan pergi. Lantas, apa yang akan kujadikan landasan untuk berdiri jika itu tidak ada? Aku ingin menjadi lebih kuat sebelum pijakan itu pergi. Tapi apakah aku mampu belajar dalam waktu secepat ini?

Oke, kita tidak akan tahu sebelum mencoba. Nah, jika setelah kucoba lalu kehabisan waktu, sedangkan aku belum cukup banyak belajar, apa yang harus kulakukan?

Bukan hanya aku, bukan hanya aku yang akan kehilangan pijakan. Namun juga kaki-kaki lain yang bahkan lebih lemah dari kakiku. Efek yang akan terjadi pada mereka akan lebih buruk. Mereka jauh lebih belum siap. Lalu, apa yang akan mereka lakukan?

Aku bukan superhero, namun tak salah kan, jika aku ingin menyelamatkan mereka? Menyelamatkan kaki-kaki yang lebih lemah dari kakiku, meskipun kakiku sendiri juga butuh diselamatkan. Apa yang bisa kulakukan?

Mencari pijakan baru?
atau
Menjadi pijakan baru?


-galau-

0 sentilan dan masukan:

Post a Comment